Young Leaders Summit 2011

Standard

YLS 2011 di Bogor, Jawa Barat

YLS 2011

Young Leaders Summit 2011 adalah sebuah program yang menjadi wadah bagi pemimpin-pemimpin muda dari seluruh wilayah nusantara untuk dapat saling bertukar ide dan belajar bersama melalui pengalaman aktifitas pelayanan sosial yang bersentuhan dengan masyarakat secara langsung tanpa membedakan suku, budaya, bahasa, bangsa maupun agama yang telah dilakukan. YLS 2011 diadakan di Bogor, Jawa Barat oleh Global Peace Festival Foundation(GPFF) Indonesia. Acara yang spektakuler dan benar-benar menambah pengalaman, jaringan dan wawasan tentang pendidikan, kesehatan dan lingkungan serta solusi bagaimana memecahkan masalah dengan baik.

The Global Peace Festival (GPF) Indonesia brings together NGOs, organizations, institutions and individuals that share a common vision for national unity and social integration, and who wish to jointly collaborate with the Indonesian Goverment and the United Nations in achieving the Millenium Development Goals.

Foto bersama dengan peserta dari Lombok, Tasik, Kalbar, Makasar dan Panitia dari Jakarta di Soetta Airport sambil menunggu peserta dari provinsi lainnya.

Setibanya di Bandara Soekarno Hatta Jakarta Saya dan teman saya dari UNIMED Sadam disambut oleh panitia beserta peserta dari provinsi lainnya yang sudah tiba pertama di Bandara Sotta tepatnya di terminal 1B. Setelah kami semua sudah lengkap, maka kami pun akhirnya berangkat dari Soetta menuju Bogor dengan Bus yang sudah tersedia. Perjalanan yang sangat melelahkan, tapi menyenangkan. Selama diperjalanan kegiatan pertama di Bus adalah makan siang dan setelah itu perkenalan masing-masing peserta dari berbagai komunitas dan daerah di Indonesia, melakukan games, canda tawa dan sharing.

Perjalanan menuju Bogor

Ternyata peserta lain adalah peserta yang sangat aktif di kegiatan sosial, event dan berprestasi. Waktu terus berjalan, akhirnya kami pun sampai di Villa Ariyanti Cisarua, Bogor sambil membawa barang masing-masing.

DAY I – III: Diawali pendaftaran ulang dan masuk ke dalam ruangan acara. Sesi pertama dibuka dengan perkenalan oleh MC Sandika Dewi dan setelah itu introduction about this event dan GPF. I’s so fun guys …

Peresmian dan Pembukaan YLS 2011

Kemudian Speech by Dr Chandra Setiawan Chairman of GPF. Beliau mengatakan bahwa kita adalah “One Family” walaupun berbeda tapi tetap satu keluarga. Maka dari itu beliau menyampaikan bahwa kita harus sinergi untuk mencapai hal yang besar untuk suatu perubahan, tingkatkan Culture of Service untuk kebersamaan/kekeluargaan. Nah, diakhir sesi speech sebelum kami break, kami menyanyikan lagu Theme Song of GPF yang berjudul “Where Peace Begins” bersama-sama. Lagu ini sangat mengharukan dan mengiatkan bahwa kita adalah “One Family under God”.

WHERE PEACE BEGINS

Here we stand together
One in our humanity
For we all come from the Father
We are one family
It’s our school of love and peace
Where we’ve learned there’s a way
For the world to live in harmony
And together we all say

CHORUS:
This is where peace begins
Here we sow the seeds of love
It all starts with our knowing
We are one family
We are one family under God

Not just body but spirit
On and on we try to be
People who live for others
For love knows no boundaries
Neither race nor religion
No barriers can keep us apart
Forgiveness, true understanding
This is where it all starts

(repeat chorus)

Under God… we are one

Inilah lirik dari lagu tersebut. Lagu+Videonya dapat dilihat dan diunduh di link sini : http://www.youtube.com/watch?v=I4jyhpq_TbY

Speech by Mr James Poon from Malaysia about Intro to GPFIF

“One Family under God”, itulah yang menjadi visi dari GPFIF dan Moral & Inovative yang menjadi tema dari YLS 2011. Waktu terus berjalan guys, , ,tidak bisa saya ungkapkan perjalanan YLS 2011 dari awal sampai akhir. Buat para pembaca, saya hanya akan melanjutkan cerita ini hanya melalui foto-foto saja dengan berbagai deskripsi singkat tentang foto tersebut.

Speech by Ms Yor Ching Poon (Korea)

Speech by Romo Susesno (Bapak Filsafat Indonesia) dengan Moderator oleh Bapak Anawar (Sekolah Rakyat Bogor) di YLS 2011

Romo, panggilan dari Bapak Filsafat Indonesia ini mengisi acara YLS 2011 yang didampingi oleh Bapak Anawar sebagai moderator yang berbicara tentang “Unity in Diversity“. Romo lahir di Jerman. Beliau sudah menulis buka sebanyak 34 buku dan 500 artikel yang sudah dipublikasikan. Hal yang masih saya ingat dari beliau adalah bagaimana masyarakat bisa sadar akan keberagaman, tapi tidak cukup itu. Kita harus saling mengenal dan menghargai sehingga akan tercipta apa yang disebut sebagai “Harmoni Kehidupan Beragama“.

Foto bersama Romo (Bapak Filsafat Indonesia) dan Ms Yor Ching Poon (Korea) dan peserta dari Semarang Fahmi (Fotografer)

Speech by M. Setiawan Kusmulyono tentang "Community Driven Development", Ibu Zubaidah Yusuf tentang "Paradigma Baru untuk Kepemimpinan Pemuda Indonesia" dengan Moderator oleh Kak Aan Nurmana

Foto bersama dengan Mr.James dan Mr. M. Setiawan Kusmulyono

Foto bersama dengan Mr.James dan Mr. M. Setiawan Kusmulyono

Waktu yang terus berjalan membawa kami semakin bersemangat untuk mengikuti berbagai kegiatan, khususnya materi-materi yang sudah disampaikan oleh pembicara yang berkompeten di dalamnya. Pemimpin muda bergerak menuju perubahan dan perubahan akan mengubah dan menjadikan Indonesia lebih baik. Paradigma berfikir anak muda harus diawali dengan sikap yang nyata. Bagaimana sebenarnya harus dilakukan ? Ya…..pastinya Adaptation means Understand Them (Society), give your Idea and Action, Challenge : Doing it…^_^. Be the best one for the nation.

Selanjutnya adalah materi yang disampaikan oleh Anton Abduh yang merupakan Indonesia Winner dalam Waste Management di E-Ideas 2011. Beliau menyampaikan materi tentang “Agroforestry” atau kita sebut sebagai Rehabilitasi Lahan Pertanian yang salah satunya adalah masalah kerusakan lahan di Garut dan daerah lainnya di Indonesia.

Bersama Anton Abduh lulusan STAN dan bekerja dibidang Bea Cukai sekaligus pembawa perubahan dibidang Rehabilitasi Lahan Pertanian

Dilanjutkan dengan Games Jari, Dinner, dan Terakhir adalah melakukan FGD (Focus Group Discussion). Dalam FGD ini ada berbagai bidang yang akan didiskusikan, yaitu pendidikan, lingkungan, ekonomi, dan budaya. Kebetulan saya memilih dibidang pendidikan yang didampingi oleh Kak Aan sebagai pedamping diskusi kami. Kami belajar bagaimana untuk mengidentifikasi masalah-masalah dibidang pendidikan di Indonesia, setelah itu membahas secara bersama dan melakukan berbagai solusi dengan program yang sudah kami bahas dan susun. Begitu sebaliknya dengan kelompok lain sehingga pada akhirnya apa yang sudah dibahas akan dipresentasikan masing-masing kelompok.

Presentasi hasil FGD

Focus Group Discussion

Hari ketiga : Diawali dengan senam, speech tentang volunteer, lalu kami melakukan service project dengan menjadi volunter di community yang kami pilih. Saya dan teman-teman dari grup Tan Malaka dipilih untuk melakukan Social Service di Sekolah Rakyat Bogor yang merupakan sekolah mandiri gratis untuk anak-anak kurang mampu di daerah Cisarua Bogor. Awal kegiatan kami adalah berkumpul dengan para anak-anak sekolah rakyat bogor beserta didampingi oleh guru-guru mereka yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajari anak-anak di sekolah tersebut tentang bagaimana peran pendidikan itu sangat penting, softskill di sekolah tersebut juga diajarkan, serta banyak prestasi yang telah didapatkan oleh para peserta didik di sekolah tersebut.

Ada Mas Herry dan Mbak Yati salah seorang guru yang mendampingi anak-anak tersebut dalam kegiatan service project pada waktu itu. Nah, kami banyak sharing dengan para guru SRB tentang permasalahan pendidikan, sistem sekolah gratis di Bogor, dan berbagai program SRB yang telah dilaksanakan. Bapak Agus mengatakan bahwa kondisi masyarakat sekitar sangat lemah, kurang motivasi dari orang tua kepada anak-anaknya betapa pentingnya pendidikan saat ini, dan berbagai kendala yang dihadapi masyarakat sekitar. Berbagai program keterampilan dimulai dari SMP karena keterbatasan pengajar dan sarana, ungkap Pak Agus salah seorang tenaga pengajar. Kami juga melakukan kegiatan berupa games untuk membuat anak-anak tersebut tersenyum dan selalu bersemangat menjalani hidup. Dan dalam akhir sesi aktivitas sosial ini, hal yang penting dan diharapkan adalah lebih ingin mengubah pola pikir masyarakat sekitar tentang pendidikan yang ada saat ini dan bagaimana anak-anak masyarakat sekitar lebih dimotivasi dan didukung untuk selalu berprestasi dalam pendidikannya.

Senam Pagi

Tan Malaka dengan Siswa dan Guru Sekolah Rakyat Bogor

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Grup Tan Malaka on YLS 2012

Selanjutnya sesi foto bersama :

Dengan para pemain musik tradisional Bogor

Dengan para pemain musik tradisional Bogor


 

Care Environmental Organization

Bersama dengan para mahasiswa dari berbeda Universitas

Bersama dengan para mahasiswa dari berbeda Universitas

Bersama Kang Goris (Social Entrepreneur)

Advertisements

About Welcome @ FebriSamuel_GreenBlog_

Currently studying at Business Administration Department (AB), Faculty of Social Science and Politic Science, North Sumatera University. I Love doing activities with my organization intra and ekstra and I'm love join competition, leadership training, especially Writing. My hobby is sport like Futsal, Badminton, and I love writing some article, essay, etc. Enjoy about everything, like join conference and leadership training, environment issue, and youth empowerment. Thanks God for everything. Chang Maker....

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s